Thursday, September 28, 2017

Sarana dan Prasarana Desa Gintung Lor

Sarana dan Prasarana Desa Gintung Lor




a.    Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat desa Gintung lor berupa usaha perdagangan dan buruh harian lepas terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil sekali. 
Disamping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa Gintung lor adalah sarana lahan pertanian dan perkebunan dengan skala kecil pula.
Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di desa Gintung lor sebanyak 136 buah.

b.   Transportasi dan perhubungan
Panjang jalan di Desa Gintung lor pada tahun 2014 sepanjang 5 km, yang terdiri dari atas jalan kabupaten 1.5 Km, serta jalan desa sepanjang 3.5 km. Mulai tahun 1998, di desa Gintung lor mulai dilintasi oleh trayek angkutan Desa yaitu Trayek Gintung lor–Arjawinangun, sehingga amat membantu bagi transportasi masal penduduk. Namun sekarang sudah di tiadakan.

c.    Telekomunikasi dan Informasi
Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Gintung lor khususnya sambungan telepon atau hand phone telah ada, Selanjutnya jasa PT. POS Indonesia amat membantu mobilisasi komunikasi dan distribusi barang dan jasa pos, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau.

d.   Pengairan dan Keirigasian
Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam  rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di desa Gintung lor pada tahun 2013 ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan  pada musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di desa Gintung lor sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air.  Hal lain diperparah oleh menurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait (Kehutanan, PSDA, dll).
Dari kondisi diatas, pemerintah desa Gintung lor merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas program pembangunan desa pada periode kepeminpinan sekarang ini.
Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80% masayarakat Desa Gintung lor memerlukan air untuk membuat sawah menjadi lebih produktif dan berkualitas.

e.    Drainase
Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya digunakan di Desa Gintung lor, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut drainase mikro.

f.     Air Bersih
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk desa Gintung lor sebagian besar masih menggunakan mata air konvensional (Non PAM), sedangkan sebagian lagi menggunakan sumur pompa, sumur gali fasilitas air umum (bersama-sama) dll, Untuk lebih jelasnya mengenai masalah jenis sumber air yang digunakan masyarakat dapat dilihat pada tabel di bawah 17 ini:
               Tabel 17.
                Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masayarakat
                Di Desa Gintung lor Tahun 2016
No
Jenis Sumber Air Bersih
Yang Digunakan Masyarakat
Jumlah Rumah Tangga Pengguna
1
PAM
345
2
Sumur Pompa
672
3
Artesis
-
4
Sumur Gali
43
5
Fasilitas Air Bersama
2
6
Kali/Sungai
-
Sumber : Data Desa Gintung lor

g.         Air Limbah
Jenis limbah yang terdapat di Desa Gintung lor dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan  rumah  tangga dari kegiatan mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan  oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industry rumah tangga (konveksi) dan sebagainya.
Sistem pembuangan limbah domestik di desa Gintung lor selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai, dan kolam, dan pembuangan langsung ke salran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2015 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.

h.        Energi
Pada umumnya masyarakat desa Gintung lor sudah hampir 98% tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringat listrik sudah sampai ke setiap RW seDesa Gintung lor, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya.

i.           Musim
Di desa Gintung lor ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan namun ada masa transisi yaitu panca roba.
j.          Pola Penggunaan Lahan Pertanian
1)        Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim Kemarau kadang ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani yang memaksakan untuk menanam padi,

2)        Lahan Pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon Buah dan Kayu bahan Bangunan.

0 comments:

Post a Comment