a. Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat desa
Gintung lor berupa usaha perdagangan dan buruh harian lepas terutama warung
kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil sekali.
Disamping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang
punggung ekonomi masyarakat desa Gintung lor adalah sarana lahan pertanian dan
perkebunan dengan skala kecil pula.
Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari
di desa Gintung lor sebanyak 136 buah.
b. Transportasi dan perhubungan
Panjang jalan di Desa Gintung lor pada tahun 2014
sepanjang 5 km, yang terdiri dari atas jalan kabupaten 1.5 Km, serta jalan desa
sepanjang 3.5 km. Mulai tahun 1998, di desa Gintung lor mulai dilintasi oleh
trayek angkutan Desa yaitu Trayek Gintung lor–Arjawinangun, sehingga amat
membantu bagi transportasi masal penduduk. Namun sekarang sudah di tiadakan.
c. Telekomunikasi dan Informasi
Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Gintung lor
khususnya sambungan telepon atau hand phone telah ada, Selanjutnya jasa PT. POS
Indonesia amat membantu mobilisasi komunikasi dan distribusi barang dan jasa
pos, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat
semakin mudah dijangkau.
d. Pengairan dan Keirigasian
Penanganan
keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi
kebutuhan para petani sawah, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi
di desa Gintung lor pada tahun 2013
ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja
jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan
pada musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran
irigasi di desa Gintung lor sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan
(sedimentasi) saluran air. Hal lain
diperparah oleh menurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya
pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangnya
pengawasan dari pihak terkait (Kehutanan, PSDA, dll).
Dari kondisi diatas, pemerintah desa Gintung lor merasa
perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal
ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas program pembangunan
desa pada periode kepeminpinan sekarang ini.
Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian
yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi
masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80% masayarakat Desa Gintung
lor memerlukan air untuk membuat sawah menjadi lebih produktif dan berkualitas.
e.
Drainase
Sistem drainase
merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem,
yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder atau
disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya digunakan
di Desa Gintung lor, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau
disebut drainase mikro.
f. Air Bersih
Air bersih
merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan
air bersih, saat ini penduduk desa Gintung lor sebagian besar masih menggunakan
mata air konvensional (Non PAM), sedangkan sebagian lagi menggunakan sumur
pompa, sumur gali fasilitas air umum (bersama-sama) dll, Untuk lebih jelasnya
mengenai masalah jenis sumber air yang digunakan masyarakat dapat dilihat pada
tabel di bawah 17 ini:
Tabel 17.
Jenis Sumber Air Bersih Yang
Digunakan Masayarakat
Di Desa Gintung lor Tahun 2016
No
|
Jenis Sumber Air
Bersih
Yang Digunakan
Masyarakat
|
Jumlah Rumah
Tangga Pengguna
|
1
|
PAM
|
345
|
2
|
Sumur Pompa
|
672
|
3
|
Artesis
|
-
|
4
|
Sumur Gali
|
43
|
5
|
Fasilitas Air
Bersama
|
2
|
6
|
Kali/Sungai
|
-
|
Sumber
: Data Desa Gintung lor
g.
Air
Limbah
Jenis limbah yang
terdapat di Desa Gintung lor dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah
domestik dan limbah non domestik. Limbah
domestik merupakan limbah hasil buangan
rumah tangga dari kegiatan mandi,
cuci, dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang
dihasilkan oleh kegiatan non rumah
tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industry rumah
tangga (konveksi) dan sebagainya.
Sistem pembuangan limbah domestik di desa Gintung lor
selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank/cubluk, juga memanfaatkan
sungai, dan kolam, dan pembuangan langsung ke salran drainase yang ada. Namun
berdasarkan data yang ada pada tahun 2015 ini, sudah sebagian besar masyarakat
membuang limbah domestik melalui saluran septictank.
h.
Energi
Pada umumnya masyarakat desa Gintung lor sudah hampir 98%
tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringat listrik sudah sampai ke setiap
RW seDesa Gintung lor, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum
tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil
aliran listrik kepada tetangga terdekatnya.
i.
Musim
Di desa Gintung
lor ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan namun ada masa transisi
yaitu panca roba.
j.
Pola Penggunaan Lahan Pertanian
1)
Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami
padi dan musim Kemarau kadang ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani
yang memaksakan untuk menanam padi,
2)
Lahan
Pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon Buah dan Kayu bahan
Bangunan.







0 comments:
Post a Comment